Jumat, 21 Februari 2014
arsip , demokrasi anatar yang diitemewakan dan yang dikecualikan.
Tidak lama lagi rakyat Indonesia akan melakukan pesta demokrasi yaitu pemilu dimana rakyat secara pribadi, perseorangan, memilih wakilnya yang duduk di DPR atau DPRD sebagai bentuk partisipasi dalam kenegaraan. Disinilah demokrasi menjadi wujudnya , dimana secara secara ideal seorang rakyat Indonesia menjalankan haknya sesuai hati nuraninya.
Di lain pihak demokrasi di negeri tercinta ini juga diwarnai dengan suatu hal yang istimewa atau suatu hal yang dilebihkan daripada yang seharusnya menurut azas kesamaan , dan di sisi lain ada juga hal terkecualikan dalam pemberian hak demokrasi ini. Perlakuan istimewa bagi wanita atau perempuan untuk mengisi caleg anggota DPR, DPRD dengan kuota 30% adalah sesuatu yang sebenarnya melanggar prinsip persamaan hak, yang menjadi prinsip demokrasi. Ini memang diperjuangkan oleh para aktifis perempuan, tetapi sebenarnya apakah hal ini menjadikan negara kita menjadi lebih baik bobotnya dalam mengemban tujuan dibentuknya negara. Apakah para perempuan yang dipaksa atau terpaksa ( bukan yang benar-benar penggiat masyarakat) untuk memenuhi kuota 30% akan dapat bekerja lebih baik dalam memenuhi aspirasi rakyat dan usaha mewujudkan cita-cita dan tujuan negara Indonesia ? Yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur sesuai UUD 1945.
Pengecualian yang juga terjadi di negara kita adalah tidak adanya hak memilih bagi TNI dan Polri. Alasan untuk ini adalah karena mereka memegang senjata , dan demi keamanan bersama maka, TNI dan Polri tidak diberikan hak memilih dan dipilih dalam Pemilu. Alasan lannya adalah keadilan proses pemilu agaknya yang selama ini menjadi pertimbangan. Jika demi keadilan, kenapa Para Pemilik Mass Media diperbolehkan mempunyai hak dipilih ? Faktanya nyata-nyata mereka menggunakan medianya untuk membentuk opini publik dengan leluasa untuk kepentingan mereka.Agar Mereka terpilih, entah itu menjadi anggota DPR atau Presiden. Ini Jelas melanggar prinsip keadilan. Demi keadilan juga kenapa para pemilik Bank juga mempunyai hak dipilih ? Padahal mereka mempunyai kekuasaan atas uang rakyat yang selama ini disimpan di sana, entah itu tabungan atau deposito. Rakyat meminjamkan dan dititipkan uangnya disana agar disimpan dengan baik. Ini juga perlu menjadi perhatian akan makna keadilan dan persamaan dalam demokrasi.
Orang takut bila tentara- polisi mempunyai hak dipilih atau berpolitik maka akan ada rakyat yang dipaksa dengan kekuatan untuk mengikuti kehendak tentara-polisi. Justru sekarang yang terjadi adalah rakyat digiring opini dan pemahamannya oleh pemilik media dengan leluasa.
Satu lagi, adalah artis yang sebenarnya pekerjaanya adalah menghibur masyarakat. Mereka mempunyai akses luas di mass media, bekerja disana dan malah dibayar mahal untuk tampil di mass media, sedangkan rakyat biasa harus bayar untuk tampil disana ( kecuali sesekali ). Untuk menjadi artis pun sangat sering dengan hubungan teman, saudara dan jarang dengan kemampuan seni murni, bahkan melibatkan apa yang bisa disebut dengan mafia sinetron.. Tengok saja, berapa persen artis yang dari jalur juara seni tingkat sekolah ? juara seni tingkat kejuaraan resmi ? alumnus Sekolah tinggi seni ? bahkan seperti artis hasil AFI pun ,dimana mereka sekarang? Lalu bagaimana dengan hak dipilihnya ?
Demokrasi langsung seperti di Yunani pada era kelahirannya , mungkin tidak perlu banyak peran mass media, karena Athena hanyalah kota, dengan penduduk sedikit. Tapi demokrasi langsung untuk negara berpenduduk banyak dan luas, tentu peran mass media sangat besar. Dan media, dibutuhkan dan diperlukan semua orang , baik pemilih ataupun yang dipilih.Mass Media diibaratkan jalan raya, dimana semua orang boleh lewat disana, dengan aturan yang berlaku umum. Maka adilkah jika media dikuasai dan digunakan hanya untuk kepentingan orang yang disebut pemilik atau redaktur atau artis yang notabene pekerja di jalan raya tersebut?
Satu lagi.., Anak dibawah umur 17 tahun yang sudah mempunyai hak asasi tidak dibolehkan untuk mencoblos pemilu !? Anak-anak itu kan juga punyak hak asasi kata kak Seto... , hemm....
( tulisan ini tidak berhubungan dengan nama caleg pilihan yang dimuat di alamat url ini.)
untuk melihat caleg pilihan 2014 ,silakan lihat www.calegpilihan2014.blogspot.com.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar