Kekusaan politik ada ketika manusia mulai ada, bahkan ada dalam
mahluk hidup yang hidup berkelompok dimana mereka secara natural akan
memunculkan pemimpin.Kelompok gajah akan memilih gajah yang layak jadi
pemimpin, Ketika manusia berkelompok maka munculah pemimpin, mulai
dari jumlah 3 orang , maka akan muncul seorang pemimpin. Pemimpin
tersebut secara modern dapat diartikan mempunyai kekuasan politik, yaitu
wewenang mengatur, memerintah dan para anggotanya setuju dengan itu.
Sejarah
awal manusia juga memberikan informasi pemimin suku lahir dari orang
yang bisa mengatur sumber daya alam yang yang dibutuhkan untuk
kepentingan bersama mereka. Pemimpin suku di sungai nil lahir dari
orang yang mampu menjaga dan mengatur air sungai nil bagi para
anggotanya di tengah persaingan dengan hewan hewan buas serta adanya
anggota yang serakah. Pemimpin suku pelaut atau nelayan datang dari
orang yang mampu , kuat mengarungi samudra dan bahkab bisa memprediksi
datangnya angin baik atau angin buruk, yang menguntungkan atau yang
membahayakan.
Ketika manusia sudah dalam jumlah yang
besar. kepimpinan kemudian menjadi sebuah lembaga kerajaan atau
sejenisnya.Raja adalah seseorang yang dianggap punya kemampuan lebih,
entah benar atau mitos ( pada awalnya memang punya kemampuan lebih ).
Regenerasi raja ,kerena mengingat kemampuan yang dianggap turunmenurun
maka , tahta raja pun dilakukan turun temurun. Hal demikian juga
dilakukan oleh para punggawanya, seperti patih, dan lembaga lainya,
mereka melukannya dengan turun temurun. Orang lain yang ingin mempunyai
kekusaan tersebut, tak akan bisa meraihnya. Kecuali satu , seperti apa
yang dilakukan oleh Ken Arok kepada Tunggul ametung, atau seperti
terjadi di sejarah China orang pindah ke suatu tempat sunyi secara
berkelompok , menyusun kekuatan , lalu kemudian menyerang kerajaan di
dekatnya, menang, lalu menjadi penguasa.
Ketika kita
berada di iklim demokrasi, seseorang ketika ingin berkuasa tidak perlu
harus seperti jaman Ken Arok atau tradisi perebutan raja dan wilayah.
Dia cukup perlu memenangkan suara dari sebuah Pemilu, untuk menjadi
wakil rakyat, Bupati atau Presiden. Maka disinilah murahnya demokrasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar